The Importance of Stick & Carrot

Pekerjaan saya saat ini banyak berurusan dengan ‘belajar’. Nah, dalam hal belajar, tentu saja kita harus dapat mengukur keberhasilan suatu pembelajaran. Biasanya, sebelum ada tes besar untuk mengukur keberhasilan course, di dalam setiap sub-course ada kuis-kuis kecil yang diselipkan untuk mengukur pemahaman peserta belajar untuk materi tersebut. Baru nanti kalau sudah selesai belajar keseluruhan materi diberikan tes besar. Contoh sehari-harinya adalah ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester – kebetulan anak saya baru saja selesai ulangan tengah semester, jadi contoh ini langsung muncul di kepala saya.

Dengan ulangan harian dan ulangan tengah semester, murid jadi dapat mengukur materi mana yang sebenarnya belum ia pahami dan harus diulang lagi belajarnya kalau nilainya benar-benar jelek. Kalau hanya satu dua materi saja yang belum dipahami, biasanya ulangan tersebut malah bisa jadi reminder atas poin yang terlewatkan. Ini juga jadi latihan sebelum tes besar di akhir semester. Kalau semuanya ditumpuk di akhir dan tanpa dibagi-bagi, bisa lupa juga kita materi yang dipelajari dan malah overwhelmed. Continue reading “The Importance of Stick & Carrot”

Advertisements
The Importance of Stick & Carrot

Kekuatan Kata ‘Terima Kasih’

Suatu ketika ketika saya sedang berdebat dengan bos sayayang sudah tidak jelas lagi apakah mengenai pekerjaan atau sekedar debat kusir tanpa ujung, tiba-tiba terucaplah kalimat “thank you for helping me with the company“.  Sekali lagi saya diingatkan hari itu bahwa kata ‘terima kasih’ itu ternyata pengaruhnya besar sekali, ya!

Kebetulan akhir bulan depan adalah ulang tahun pertama saya di pekerjaan saya yang sekarang. Selama hampir satu tahun bekerja tentu saja muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya. Apakah benar saya sudah bekerja sesuai dengan yang saya janjikan? Apakah benar perusahaan ini memberikan apa sesuai yang dijanjikannya? Dan beberapa pertanyaan lainnya. Menurut saya, suka atau tidak suka dengan suatu pekerjaan penting untuk bisa mengukur pencapaian kita dan melihat apa yang telah kita kerjaan secara berkala. Selain itu, tentu saja apresiasi dari perusahaan, apapun bentuknya, membuat saya dapat merefleksikan hasil positif yang telah saya capai pada periode tertentu.

Tapi, tidak usah muluk-muluk dulu, ternyata dengan keluarnya ‘terima kasih’ itu sudah menjadi tolak ukur kecil untuk saya bahwa yang saya lakukan itu sudah berada dijalur yang benar. Selain itu, saya merasa dihargai karena ternyata keberadaan saya di situ memberikan perbedaan. However small that change, I feel the appreciation by that small gesture. 

Kalau ternyata satu kata tersebut bisa membawa efek positif buat saya, berarti ini menjadi catatan juga untuk saya untuk selalu tidak lupa memberikan apresiasi kecil pada pekerjaan yang dikerjaan anak-anak di kantor. So that they know that I too appreciate the effort that they take in producing the work. 

Kekuatan Kata ‘Terima Kasih’

I Can’t Live Without this Fuchsia Kick Ass Hair Dryer!

Kayaknya kalau memilih produk atau benda yang berhubungan dengan kecantikan yang saya tidak bisa hidup tanpa adanya beda itu or can’t live without, well that would be hard! A really tough decision. Akan tetapi akhir-akhir ini rasanya ada satu benda berwarna fusia yang saya makin tidak bisa berpisah. Tidak lain dan tidak bukan produk itu adalah hairdryer dengan nanocare dari Panasonic. Memang, sih, awalnya yang membuat saya memilih produk ini ketimbang yang lainnya adalah warnanya! Look at that vibrant fuchsia colour, you’ll fall in love with it instantly too.

Nggak kerasa benda ini sudah jadi andalan saya dalam menata rambut selama 2 tahun! Benar-benar benda yang tidak bisa dipisahkan dari saya. Bahkan seringnya kalau saya travelling saya tidak peduli di hotel yang saya kunjungi sudah ada ada hairdryer atau belum. Benda ini TETAP akan saya bawa! Nothing compares to my magical fuchsia hairdyer.

Ada beberapa hal yang saya suka dari hairdyer ini, selain warnanya, ya!

1. Dapat mengeringkan rambut saya dengan cepat!

Hairdyer ini menggunakan daya sebesar 1600W, jadi tidak heran kalau hairdyer ini powerful! Panas yang dihasilkan bisa sampai dengan 50°C. Jadi karena panasnya nggak tanggung, rambut jadi cepat kering dan kalau orang salon suka bilangnya bisa bikin styling rambut ‘mateng’, yah yang mateng rambut kita juga sih :P. Tapi yang jelas, karena panasnya nggak nanggung ini jadinya kalau rambut di styling menggunakan hairdryer ini jadinya lebih gampang, cepat dan bertahan lama. Continue reading “I Can’t Live Without this Fuchsia Kick Ass Hair Dryer!”

I Can’t Live Without this Fuchsia Kick Ass Hair Dryer!

Sunday’s Best: Shoe Cleaning!

I often use my time on Sunday to do stuff that I won’t normally get to do on a weekdays, for instance for doing the laundry, cooking at home, sleeping (oh yes, lots of it!) and of course cleaning my shoe collection. I guess I’m a hoarder. I hoard on everything and especially shoes! They often come head to head with my makeup and skincare collection.

Several simple things that I would like to do just to keep my shoes on tip top conditions:

  1. Wipe them clean with damp clothes to cleanse the freshly used pair so that the dirt wont stick on the shoe material. Afterward, I will wipe them dry to make sure that it will not leave water stain on the leather or canvas.
  2. Taking some of my collection out of their boxes and give them a chance to breath fresh air and of course making sure that no harm come to them. I once discovered two pairs of  shoes have been infested with nasty fungus because of the AC water leak that dripped down to my shoe closet. Luckily, they’re fairly new so I can just wiped them clean with damp cloth. From then on, I make sure that I regularly check my shoe collection in rotation.
  3. Taking out the rarely used pair and making sure that they’re going to have a fair chance of seeing the daylight for the upcoming week. Like how I find this beautiful pair buried down at the bottom of the shoe boxes pile. Last time I wore it was probably two years ago when I went to Singapore for a Fashion Week. So this beauty is coming with me next week for an important meeting. Hopefully you’re my lucky charm!

Sunday’s Best: Shoe Cleaning!

Jika Gaji Bukan Jadi Faktor Penentu Dalam Mencari Suatu Pekerjaan

Sudah beberapa tahun belakangan ini, saya mulai mencari pekerjaan yang tidak hanya dari sekedar gaji yang ditawarkan atau nama besar dari perusahaan yang menawarkannya. Alasannya sih sebenernya simple dan klise, saya ingin mengerjakan sesuatu yang saya senangi. Saya terdengar seperti orang yang termakan kutipan “Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life”. Tapi waktu saya mengambil keputusan itu, memang saya sedang berada di persimpangan yang saya memang benar-benar ingin melakukan sesuatu untuk membahagiakan diri saya karena saya sedang tidak bahagia. Setelah beberapa tahun berlalu dan bisa dibilang keadaan kembali normal, akhirnya menjadi hal yang biasa bahwa gaji dan perusahaan bukan lagi faktor penentu dalam pengambilan keputusan dalam memilih pekerjaan.

Beberapa hal di bawah ini (kadang) jadi lebih penting untuk saya dalam menimbang pemilihan pekerjaan.

1. Passion

Lagi-lagi hal yang klise, mencari pekerjaan di bidang yang saya passionate. Eh, bukan berarti bidang pekerjaannya harus yang senang-senang, ya. Waktu pertama kali saya loncat ke pekerjaan baru memang, sih, pekerjaan yang saya pilih berkaitan dengan beauty dan fashion, di mana kedua hal ini sangat saya senangi. Tiap hari berhubungan dengan produk-produk kecantikan, datang ke acara-acara private party atau fashion show, siapa yang tidak senang, sih? Tapi ternyata, pada pekerjaan saya ini, lebih dari sekedar itu yang membuat saya passionateIt’s not just the fancy things that makes me happy but also being able to create personalised solution for my clients as well as meeting people and enriched my knowledge. Apabila ditarik benang merahnya, dari dulu memang saya paling suka berinteraksi dengan orang dan berbincang-bincang untuk menambah wawasan saya. Apalagi kalau dalam perbincangan tersebut saya bisa memberikan solusi yang tepat untuk mereka. Saya paling tidak bisa mengerjakan suatu pekerjaan yang menuntut rutinitas dan saya selalu perlu hal baru dan tantangan baru untuk dipecahkan. That’s what I’m passionate about. Jadi walaupun pekerjaan saya sekarang bukan berkaitan dengan beauty, tapi karena sifat pekerjaannya sama, saya tetap merasa passionate pada saat mengerjakan pekerjaan saya. Continue reading “Jika Gaji Bukan Jadi Faktor Penentu Dalam Mencari Suatu Pekerjaan”

Jika Gaji Bukan Jadi Faktor Penentu Dalam Mencari Suatu Pekerjaan