Jika Gaji Bukan Jadi Faktor Penentu Dalam Mencari Suatu Pekerjaan

Sudah beberapa tahun belakangan ini, saya mulai mencari pekerjaan yang tidak hanya dari sekedar gaji yang ditawarkan atau nama besar dari perusahaan yang menawarkannya. Alasannya sih sebenernya simple dan klise, saya ingin mengerjakan sesuatu yang saya senangi. Saya terdengar seperti orang yang termakan kutipan “Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life”. Tapi waktu saya mengambil keputusan itu, memang saya sedang berada di persimpangan yang saya memang benar-benar ingin melakukan sesuatu untuk membahagiakan diri saya karena saya sedang tidak bahagia. Setelah beberapa tahun berlalu dan bisa dibilang keadaan kembali normal, akhirnya menjadi hal yang biasa bahwa gaji dan perusahaan bukan lagi faktor penentu dalam pengambilan keputusan dalam memilih pekerjaan.

Beberapa hal di bawah ini (kadang) jadi lebih penting untuk saya dalam menimbang pemilihan pekerjaan.

1. Passion

Lagi-lagi hal yang klise, mencari pekerjaan di bidang yang saya passionate. Eh, bukan berarti bidang pekerjaannya harus yang senang-senang, ya. Waktu pertama kali saya loncat ke pekerjaan baru memang, sih, pekerjaan yang saya pilih berkaitan dengan beauty dan fashion, di mana kedua hal ini sangat saya senangi. Tiap hari berhubungan dengan produk-produk kecantikan, datang ke acara-acara private party atau fashion show, siapa yang tidak senang, sih? Tapi ternyata, pada pekerjaan saya ini, lebih dari sekedar itu yang membuat saya passionateIt’s not just the fancy things that makes me happy but also being able to create personalised solution for my clients as well as meeting people and enriched my knowledge. Apabila ditarik benang merahnya, dari dulu memang saya paling suka berinteraksi dengan orang dan berbincang-bincang untuk menambah wawasan saya. Apalagi kalau dalam perbincangan tersebut saya bisa memberikan solusi yang tepat untuk mereka. Saya paling tidak bisa mengerjakan suatu pekerjaan yang menuntut rutinitas dan saya selalu perlu hal baru dan tantangan baru untuk dipecahkan. That’s what I’m passionate about. Jadi walaupun pekerjaan saya sekarang bukan berkaitan dengan beauty, tapi karena sifat pekerjaannya sama, saya tetap merasa passionate pada saat mengerjakan pekerjaan saya.

2. Fleksibilitas Waktu

Perusahaan besar jarang sekali yang benar-benar bisa memberikan fleksibilitas waktu apalagi kalau sudah berada pada level senior. If you have best of both worlds, then you’re truly lucky and think hard before you let go of that job. Itupula sebabnya mengapa saya jadi banyak berkutat di perusahaan-perusahaan start up. Karena salah satu keuntungan bekerja di perusahaan start up atau yang ukurannya masih kecil adalah mereka bisa memberikan fleksibilitas waktu. Di mana saya tidak terpaku pada jam kerja 9 – 5 atau 5 hari seminggu. Buat saya, bisa masuk kerja jam 10 atau bisa izin tidak masuk kerja untuk alasan yang tidak masuk akal seperti pembantu sedang mudik, anak sedang libur atau mau pacaran (which happens alot in my case :p), adalah offer yang tidak ternilai.

3. Having your voice heard

Pada saat saya sedang negosiasi pekerjaan saya yang sekarang, salah satu pertanyaan saya adalah apakah saya dapat mendebat bos saya dan saya dapat ikut serta menentukan arah perusahaan? Jawaban bos saya saat itu adalah ya dan tidak. Dia bilang, ya tentu saja pendapat saya dan rekan saya yang berada pada level yang sama akan menjadi bahan pertimbangan pada saat pengambilan keputusan. Tapi, dia juga ingin memiliki hak veto dalam penentuan keputusan apabila ada deadlock dalam diskusi tersebut. Pada praktiknya, karena lawannya kebetulan dua perempuan dan yang suka ngotot, bos saya lebih banyak kalahnya dan tidak bisa menggunakan hak vetonya :p Apalagi kalau perdebatan tersebut terjadi pada saat PMS, of course this is totally out of context.

Tapi intinya, saya merasa benar-benar merasa ada di kursi pengemudi bersama dengan bos dan rekan saya, karena setiap ada keputusan penting yang harus diambil menyangkut perusahaan saya diikut sertakan. Bukan sekedar basa basi saja, walaupun satu dua kali, ada saja yang pendapat saya akhirnya di veto oleh bos saya. It truly is something that affect my decision to stay in the long run with the company, despite the paycheck.

4. Stock option

Ini, nih, sebenarnya alasan terbesar yang mempengaruhi seseorang untuk ikut membangun suatu perusahaan. Karena bukan hanya iming-iming membangun bersama suatu perusahaan, tapi kesempatan untuk suatu hari memiliki sedikit bagian dari perusahaan yang ikut dibangun. Tentu saja dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. It makes a whole lot of difference in my world. Selain jadi semangat ikut membersarkan perusahaan tapi juga jadi membuat seseorang loyal terhadap perusahaan tersebut.

Sebenarnya mungkin ada beberapa hal lain yang mungkin bisa dimasukan ke dalam tulisan ini. Tapi berhubung sudah malam dan otak saya sudah tidak bersahabat. Cukup sekian dulu, ya.

Jika Gaji Bukan Jadi Faktor Penentu Dalam Mencari Suatu Pekerjaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s