The Importance of Stick & Carrot

Pekerjaan saya saat ini banyak berurusan dengan ‘belajar’. Nah, dalam hal belajar, tentu saja kita harus dapat mengukur keberhasilan suatu pembelajaran. Biasanya, sebelum ada tes besar untuk mengukur keberhasilan course, di dalam setiap sub-course ada kuis-kuis kecil yang diselipkan untuk mengukur pemahaman peserta belajar untuk materi tersebut. Baru nanti kalau sudah selesai belajar keseluruhan materi diberikan tes besar. Contoh sehari-harinya adalah ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester – kebetulan anak saya baru saja selesai ulangan tengah semester, jadi contoh ini langsung muncul di kepala saya.

Dengan ulangan harian dan ulangan tengah semester, murid jadi dapat mengukur materi mana yang sebenarnya belum ia pahami dan harus diulang lagi belajarnya kalau nilainya benar-benar jelek. Kalau hanya satu dua materi saja yang belum dipahami, biasanya ulangan tersebut malah bisa jadi reminder atas poin yang terlewatkan. Ini juga jadi latihan sebelum tes besar di akhir semester. Kalau semuanya ditumpuk di akhir dan tanpa dibagi-bagi, bisa lupa juga kita materi yang dipelajari dan malah overwhelmed.

Biasanya, nih, yang memicu anak saya untuk mendapatkan nilai bagus atau amit-amit jangan sampai nilai di bawah ‘X’ adalah reward and punishment atau stick and carrot. Iming-iming hadiah membuat anak saya jadi punya tekad lebih untuk dapat nilai bagus. Nah, hal ini, nih, yang biasanya saya bilang ke klien saya kalau ada iming-iming sesuatu biasanya orang akan lebih semangat belajar. Nggak anak kecil nggak orang dewasa, rahasianya masih sama kok untuk memastikan dengan mudah kelancaran proses belajar mengajar😀

Anyway, konsep ulangan yang terbagi-bagi ini ternyata juga efektif untuk mengukur hasil kerja anak buah dan juga review. Secara berkala sebagai atasan baiknya memberikan feedback langsung atas pekerjaan anak buah – baik feedback positif maupun negatif. Agar mereka tahu betul apakah pekerjaan mereka sudah sesuai dengan yang diinginkan oleh atasan atau perusahaan tempat mereka bekerja. Kalau misalnya feedback penting di tahan sampai ‘ujian akhir semester’ bisa-bisa mereka sudah lupa poin yang kita maksudkan dan efeknya malah tidak efektif. Mereka jadi harus merunut sampai awal atau malah nilai pekerjaan mereka jadi buruk secara keseluruhan di mata atasan dan perusahaan karena nasi sudah menjadi bubur. Mirip dengan anak saya kalau harus langsung ujian akhir semester tanpa ujian kecil-kecil lainnya, jadi bingung!

Selain itu, sistem stick and carrot ini penting juga untuk merefleksikan kinerja mereka. Kalau mereka melakukan kesalahan harus ditegur dan mungkin setelah beberapa kali ada hukumannya, begitu pula kalau mereka dapat mencapai target mereka atau bahkan melebihi ekspektasi harus ada hadiahnya.

The Importance of Stick & Carrot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s