Anggun & Sha Berbicara Tentang Kampanye #ChangeDestiny SK-II

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan untuk bertemu Anggun, lady rocker Indonesia yang go international, itu loh! Sebenarnya, sih, siapa Anggun sudah tidak perlu dijelaskan lagi, ya. Tapi di acara yang sama saya juga bertemu dengan Theetawit Settachai atau Sha. Ia adalah digital influencer dari Thailand yang merupakan ladyboy. Kalau follow akun Instagram saya, pasti bisa menebak acara apa yang saya datangi? Yup, acara SK-II dalam rangka #ChangeDestiny Global Forum di Singapura.

Sebelum saya pergi ke Singapura, saya sudah sempat melihat beberapa hashtag #ChangeDestiny berseliweran di timeline Instagram saya dari Celebgram luar negeri yang menghadiri acara New York Fashion Week. Karena di acara tersebut mereka juga merilis video kampanye #ChangeDestiny dari Cate Blanchett. Tidak lama dari itu, ketika saya membuka Youtube, munculah iklan dari SK-II yang menceritakan tentang perjuangan Anggun pada merintis karirnya sebagai musisi dan pencipta lagu di luar negeri dalam kaitannya dengan #ChangeDestiny. Penasaran dengan kampanye ini, saya kemudian search beberapa video dengan hashtag yang sama dan keluarlah tiga influencer lain dari Asia Tenggara yaitu Sha, Priscilla Shunmugam dan Krystal.

Semua video yang saya tonton dari para influencer ini memiliki message yang sama buat saya: bahwa kalian bisa mengubah takdir kalian alias #ChangeDestiny. It’s very inspirational videos and it’s encouraging and motivating. I’m deeply move by the way these four influencers able to tell the story of their struggle of how they change their path.

Kekaguman saya ternyata tidak berhenti sampai disitu. Begitu saya mendengar Anggun dan Sha bercerita mengenai pengalaman mereka masing-masing tentang #ChangeDestiny secara live rasanya saat itu juga saya langsung ingin berdiri dan do something big.

Kenapa?


I’m a 90’s generation. Yang artinya, Anggun yang saya tahu adalah sosok penyayi sukses pada saat saya masih SD dan dia sudah remaja, dengan gaya rocker yang cool dan topi baretnya serta sederetan lagu nomor satu di Indonesia. Yang kemudian memutuskan untuk hijrah keluar negeri. Beberapa tahun berlalu, saat itu saya sudah SMA, saya menyalakan TV di boarding house saya di Australia, tiba-tiba ada video clip Anggun Snow in Sahara ditayangkan di TV. Wow, she made it! Dan bertahun-tahun setelah itu yang disoroti oleh media masa di Indonesia adalah cerita-cerita kesuksesannya menembus pasar luar negeri. Tapi tidak pernah sekalipun saya mendengar mengenai cerita perjuangannya sampai saya menonton video #ChangeDestiny ini.

Pada saat saya berbicara dengan Anggun, ia berkata bahwa ia senang sekali SK-II membuat kampanye ini karena kampanye ini tidak hanya menyoroti kisah sukses seseorang tapi juga proses dan perjuangan seseorang hingga mencapai kesuksesan tersebut. Bahwa kesuksesan itu tidak instan dan harus dibangun tahap demi tahap. Kalau istilahnya Anggun, karena kita membangunnya tingkat demi tingkat maka ketika kita jatuh, kita tidak langsung jatuh ke lantai, tapi masih ada yang menyokong kita.

Jujur saja saya kaget kalau Anggun bisa dengan ringannya berbicara mengenai kegagalannya mencoba menembus pasar London. Selama dua tahun ia mencoba peruntungannya di sana tapi tidak berhasil. Salah satu faktornya mungkin juga pada jaman itu adalah eranya boyband dan girlband. Do you remember the Spice Girls era, girls? Bahkan saya tidak tahu kalau ia sempat ke London dahulu sebelum akhirnya menuai sukses di Perancis. Ketika saya bertanya mengenai kiat-kiat supaya tidak takut kegagalan, Anggun langsung merespon “Kenapa takut gagal? Aku juga dulu gagal di London!”, benar juga, Anggun saja yang sudah besar di Indonesia bisa juga gagal dan tidak pantang menyerah dan bisa bangun. Satu kata yang Anggun ucapkan berkali-kali pada saat acara tersebut “you’re the master of your own destiny”. Jleb banget dengernya. Karena memang, kalau bukan kita, siapa lagi yang bertanggung jawab akan takdir kita sendiri?

Lain halnya dengan Sha yang berkata ia bangga sekali bisa mewakili alternative gender di luar sana dan menyuarakan pengalamannya. Waktu remaja, ia merasa berbeda dengan yang lainnya dan pada awalnya ia mendapatkan banyak sekali hambatan baik dari keluarga dan lingkungan sekitarnya pada saat ia ingin “jujur” dengan keadaannya. Sha berkata, bahwa apapun yang kita lakukan, lakukanlah dengan sebaik-baiknya. Yang saya tangkap dari kalimatnya adalah, seburuk apapun keadaan saat itu, lakukan pekerjaan dan apapun sebaik-baiknya dan pada akhirnya lingkungan akan mengakui yang kita lakukan. Wah, ini benar sekali!

Sebenarnya masih banyak sekali cerita inspiratif dari kedua influencer ini yang ingin saya bagi. Tapi mungkin disambung lain kali, ya. In the meantime you can check the #ChangeDestiny video here
and get inspired yourself.

Anggun & Sha Berbicara Tentang Kampanye #ChangeDestiny SK-II

One thought on “Anggun & Sha Berbicara Tentang Kampanye #ChangeDestiny SK-II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s