Saya perlu acid/exfoliating toner atau tidak?

Acid toner memang sedang lagi tren. Tapi saya percaya bahwa jika berbicara masalah skin care kita tidak berbicara mengenai tren tapi lebih ke apa yang dibutuhkan individu tersebut. Tapi apalah daya kita melawan tren? It’s called trend for a reason.

Salah satu pertanyaan yang sering saya dapatkan sekitar acid toner adalah saya butuh apa tidak?

Coba jawab pertanyaan di bawah ini dulu sebelum memutuskan membeli acid toner.

IMG_6412

Pertanyaan 1: Sudah pakai skincare routine dasar lainnya belum?

Skincare routine yang saya maksud di sini adalah cleansing (not even double cleansing), toning (no, acid toner is not to be mistaken with just a toner) and moisturising. On top of that don’t forget sunscreen!

Kalau jawabannya belum? Tidak perlu! Bereskan dulu skincare routine yang dasar baru bisa berpikir untuk menggunakan acid toner atau tidak.

Kalau jawabannya ya? Eits, jangan senang dulu masih banyak pertanyaan lainnya yang harus dijawab.

Pertanyaan 2: Sudah double cleansing belum?

Saya tahu sih kebanyakan orang ngebet banget ingin memakai acid toner karena hasilnya langsung terlihat muka kinclong. Tapi … menurut saya kalau tidak double cleansing apa gunanya pakai produk macam-macam kalau pembersihannya tidak maksimal. Penumpukan kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar adalah salah satu masalah utama yang menyebabkan kulit terlihat kusam dan clogged pores.

Kalau jawabannya belum? Berarti yah coba dulu double cleansing, it will make a world of difference to your skin.

Kalau jawabnnya yaGood for you, you can answer my next question.

Pertanyaan 3: Umur berapa?

Jujur saya sendiri memulai memakai acid toner di usia 15 tahun! Menurut saya pribadi malah lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. Ketika saya menginjak usia 21 saya tergila-gila dengan acid serum sampai pada akhirnya kira-kira dua tahun setelah itu saya langsung sensitif dengan apapun yang mengandung acid. Pengalamannya saya ini pernah saya bagi di sini. Saya baru memakai toner yang mengandung acid atau acid yang tidak dicampur dengan krim setelah saya menginjak usia 30an. Ini pun juga pelan-pelan.

Nah, karena alasan pengalaman pribadi ini akhirnya mereka yang bertanya sama saya akan saya tanyakan umurnya berapa? Kenapa ingin pakai acid toner? Jangan merasa tersinggung yah kalau saya tanya umurnya.

General rules that I live by.

Usia di bawah 20an: saya sangat tidak menyarankan memakai acid tonerjust use your skincare regularly, don’t forget your sunscreen and try to double cleanse if you can.

Usia awal 20an: kalau merasa gaya hidup sudah mulai membuat kulit terlihat tidak prima lagi, bisa mulai memakai acid toner. Pilih yang ringan-ringan dulu. Ini artinya jangan langsung coba Pixi Glow Tonic or even Biologique Recherce.

Usia akhir 30an: biasanya sih memang sudah perlu karena kulit sudah tidak prima. Look for glycolic acid or lactic acid. Tapi yang ini juga berarti serum-serum dengan kandungan aktif lainnya juga sudah dipakai. Acid toner is not the be all and end all kind of product. Masih tetap harus dibantu dengan serum-serum dengan kandungan aktif seperti vitamin A, B dan C.

Bisa juga menambahkan serum dengan acid. Tapi … lihat-lihat situasi dan cara pemakaian. Jangan tiap hari pakai!

Usian 40an ke atas: hell yes! You would want it really badly and even the serum. Coba cari acid toner yang tidak hanya membantu peremajaan sel-sel kulit tapi juga ada kandungan tambahan sehingga tidak terasa terlalu kering.

Pertanyaan 4: Mau double toning tidak?

Sudah tahu double toning? Kalau belum, cari tahu dulu baru pikir-pikir pakai acid toner. Kalau sudah tahu, nah, pertanyaan saya mau meluangkan waktu untuk double toning tidak?

Kalau jawabannya: malas, nanti skincare routine tambah panjang, nggak ada waktu, bla bla bla. Saya sangat tidak menyarankan memakai acid toningBig NO!

Biasanya skincare dengan kandungan acid akan membuat kulit kering, oleh karena itu kelembapan kulit butuh dikembalikan dengan cara memakan toner yang melembapkan. Nope, moisturiser is not enough. Kalau kulit kering, kulit kita akan malah bekerja keras memproduksi sebum dan dalam keadaan kulit dehidrasi lama-lama kulit malah kelihatan pecah-pecah, flaky, jerawatan, dll. Malah yang timbul adalah masalah baru yang lebih kompleks.

Pertanyaan 5: Sudah baca artikel saya tentang acid toning?

Daripada tanya-tanya lagi, coba deh baca artikel saya tentang acid toning sebelum memulai memakai produk tersebut jadi tidak salah pakai.

All you need to know about Acid/Exfoliating Toner

 

Last but not least, this is the rule that you must obey!

Read the instruction manual on how to use it

Use it according to the instruction and not more than the suggestion on how often to use it

Malas baca dan tidak mau cari informasi? Jangan pakai acid toner kalau begitu! Daripada salah-salah kulitnya malah tidak jadi lebih bagus? The key is enrich yourself with information you need!

 

Saya perlu acid/exfoliating toner atau tidak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s