Semua yang perlu diketahui tentang cleanser

Saya adalah penganut double cleansing. Kalau memakai makeup atau produk apapun yang waterproof, sudah tidak bisa tawar-tawar lagi, pasti akan double cleansing. Mungkin ini adalah salah satu rutinitas yang diajarkan oleh merek-merek Jepang yang saya anut sampai sekarang ini dan merasa benar gunanya.

Nah, ternyata double cleansing ini banyak sekali yah yang nanya. Perlu nggak? Kapan perlunya? Produk apa yang bisa dipakai buat double cleansing. Selain itu cleanser sendiri juga banyak menjadi pertanyaan, tipe apa yang cocok buat kulit seperti apa.

Karena banyak pertanyaan dan padahal saya yakin benar di luaran sana pasti sudah banyak informasi, akhirnya saya memutuskan untuk membuat beberapa artikel yang terkait dengan skin care dasar dan merangkumnya dalam satu artikel. Agar pencarian informasi lebih mudah dan juga saya coba menuliskannya dalam bahasa Indonesia karena informasi serupa lebih banyak dalam bahasa Inggris.

Kalau sebelumnya saya sudah membahas tuntas mengenai acid toning, kali ini saya ingin membahas mengenai cleanser dan double cleansing.

Screen Shot 2015-11-08 at 1.51.49 PM

Kenapa kita butuh membersihkan wajah?

Jawabannya as simple as kenapa kita butuh mandi? Yah karena ingin membersihkan diri dari semua kotoran dan juga biar segar. Walaupun di rumah seharian pasti tetap akan mandi kan?

Seberapa sering dan kapan membersihkan wajah?

Disarankan dua kali sehari, pagi dan malam. Sangat tidak disarankan sering-sering mencuci wajah karena malah akan membuat wajah kering.

Apa itu double cleansing?

Memakai dua produk berbeda untuk membersihkan wajah. Yang pertama adalah untuk mengangkat kotoran di wajah seperti makeup dan sunscreen dan yang kedua adalah untuk membersihkan kulit dan pori-pori kita secara menyeluruh. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di artikel ini.

Kapan perlu double cleansing?

Biasanya malam hari. Karena pada saat siang hari kita menggunakan makeup atau sunscreen yang waterproof.

Pada pagi hari tidak perlu double cleansing. Kecuali memang pada malam hari menggunakan banyak produk yang berminyak dan merasa butuh membersihkan wajah dua kali.

Kenapa butuh double cleansing?

Pernah merasa nggak sih pakai produk tapi produknya tidak menyerap dengan baik? Itu karena kulit kita masih tertutupi kotoran dan kotoran-kotoran tersebut tidak terangkat sempurna sehingga produk yang kita gunakan tidak dapat menyerap dengan baik.

Membersihkan wajah sekali saja tidak cukup. Apalagi jika menggunakan sabun cuci muka. Pernah merasa sudah cuci muka tapi foundation masih ada sisanya di wajah dan malah membersihkannya dengan toner? Nah, itu karena memang facial foam tidak didesain untuk mengangkat produk waterproof seperti makeup ataupun sunscreen.

Kalau buat saya, tidak membersihkan wajah terlebih dahulu sebelum membersihkan kulit seperti sabunan tanpa membuka baju saya. Nggak akan bersih, kan?

Dengan pembersihan sempurna kotoran di wajah akan terangkat sempurna, kulit pun akan terlihat lebih cerah dan segar.

Double cleansing will make a world of difference to your skin. Buat saya, yang paling penting dalam perawatan wajah utamanya dan paling pertama adalah pembersihan yaitu dengan double cleansing.

Apa bedanya first cleanser dan second cleanser dan bagaimana memilih first dan second cleanser yang benar?

First cleanser adalah pembersih yang kita gunakan pertama kali untuk membersihkan makeup dan/atau sunscreen. Jadi yang kita cari first cleanser adalah produk yang bisa membersihkan makeup tanpa tersisa. Kalau setelah dibersihkan dengan produk tersebut ternyata masih ada sisa makeup? It’s not suitable for first cleanser. Oia, membersihkan makeup mata dan bibir bisa menggunakan eye and lip makeup remover terlebih dahulu karena biasanya memang ada beberapa produk yang bisa membersihkan foundation tapi tidak bisa membersihkan waterproof mascara sampai tuntas.

Second cleanser adalah produk yang kita gunakan untuk membersihkan kulit. Jadi biasanya saya cari produk yang memiliki kandungan ekstra dan bagus untuk kulit dan rasanya pun nyaman. Buat saya mau pada hakikatnya sebenarnya produk tersebut dipakai sebagai first cleanser tapi kalau saya suka dan nyaman menggunakannya, akan saya gunakan sebagai second cleanser. Contohnya saja cleansing cream atau oil saya tidak keberatan menggunakannya sebagai second cleanser. Biasanya juga cleanser dengan harga lebih mahal akan saya gunakan sebagai second cleanser karena saya mau kulit saya merasakan manfaat ekstra dari produk tersebut dan tidak terbuang untuk hanya menghapus makeup saja.

Kadang-kadang saya juga sering menggunakan istilah morning cleanser. Biasanya ini adalah produk yang saya gunakan di pagi hari dan kebanyakan menggunakan produk yang saya gunakan sebagai second cleanser.

Macam-macam produk cleanser

1. Cleansing Oil

Screen Shot 2016-06-07 at 12.07.07 AM

Seperti namanya bentuknya oil. Bisa digunaan oleh semua jenis kulit, bahkan kulit berminyak sekalipun. Malah menurut beberapa pengalaman teman saya rata-rata yang cocok dengan produk ini adalah mereka yang memiliki kulit berminyak. Oil will dissolve oilYou need oil to cleanse oil.

Cara memakainya adalah dengan tangan kering langsung balurkan cleansing oil ke wajah. Wajah harus kering ya jangan dibasahi terlebih dahulu karena kalau diratakan pada kulit basah produk akan langsung teremulsifikasi dan tidak dapat membersihkan kotoran dengan sempurna. Kemudian ratakan dengan pijatan ringan ke seluruh wajah sampai semua makeup lumer. Setelah itu, basahi tangan dan pijat lagi wajah hingga minyak yang ada di wajah teremulsifikasi. Kalau minyak yang tadinya terasa oily sudah menjadi milky teksturnya, saatnya untuk membasuh wajah. Basuh hingga bersih dan kemudian keringkan.

Menurut saya proses emulsifikasi ini penting, karena disini benar-benar terasa makeup yang kita pakai luntur bersama dengan teremulsifikasinya cleansing oil.

Bisa digunakan sebagai first dan second cleanser. Cocok untuk membersihkan makeup yang tebal termasuk juga waterproof mascara.

Ada beberapa orang yang menggunakan waslap untuk membersihkan cleansing oilIf that works for you, go ahead. But don’t forget to emulsify first.

2. Cleansing Balm

Screen Shot 2016-06-07 at 12.03.40 AM

Bentuknya seperti balsam tapi ketika dibalurkan di tangan dan kena suhu tubuh langsung lumer menjadi minyak. Biasanya saya akan mengambil satu ruas produk dan meratakannya di tangan agar teksturnya berubah sedikit oily. Baru setelah itu saya ratakan ke seluruh wajah dan wajah harus dalam keadaan kering. Sama seperti cleansing oil, ratakan, emulsifikasi, basuh.

Ini kalau cleansing balm yang kita pakai bisa teremulsifikasi. Gampang kok untuk tahunya, kalau memang produk tersebut ketika kena air berubah menjadi cairan putih dan langsung lumer ini berarti produk bisa teremulsifikasi. Tapi jika terkena air dan air malah meluncur langsung dan tidak dapat membersihkan produk, ini artinya cleansing balm yang kita gunakan tidak dapat teremulsifikasi. Nah, kalau produk seperti ini bersihkan dengan menggunakan waslah. Basahi waslah, lap wajah dengan waslah basah, cuci di bawah air dan ulangi membersihkan wajah.

Trik lainnya adalah dengan mencampurkan enzyme powder wash untuk membantu membasuh cleansing balm bersih dari wajah jika tidak bisa diemulsifikasi.

Produk ini cocok untuk semua jenis kulit dan mungkin lebih nyaman digunakan untuk kulit kering.

Bisa digunakan untuk first dan second cleanser. Cocok digunakan untuk membersihkan makeup tebal termasuk waterproof mascara.

3. Cleansing Gel

Screen Shot 2016-06-07 at 12.02.47 AM

Bentuknya agak mirip balm tapi teksturnya lebih lengket dan juga tidak seperti balsam. Biasanya dikemas dalam botol karena tidak padat seperti cleansing balm.

Pada dasarnya cara pemakaiannya sama seperti cleansing balm dan oil. Ratakan pada kulit kering, emulsifikasi dan basuh. Kalau tidak merasa bersih, bisa menggunakan waslap.

Produk ini cocok untuk semua jenis kulit.

Bisa digunakan untuk first dan second cleanser. Cocok digunakan untuk membersihkan makeup tebal termasuk waterproof mascara.

4. Cleansing Milk

Seperti namanya ini adalah bentuknya seperti susu warnanya putih. Yup, ini yang kita kenal sebagai susu pembersih. Cara pemakaiannya? Jangan pelit-pelit dalam menggunakan produk tersebut karena kita ingin meratakannya ke seluruh wajah dan memastikan produk tidak menyerap tapi kita bisa memijatnya ke seluruh wajah dengan mudah.

Gunakan pada wajah yang kering, ratakan dan kemudian basuh dengan air. Kesalahan yang biasa orang lakukan dengan cleansing milk adalah membersihkannya dengan kapas. Padahal kalau kita mengangkatnya dengan kapas tidak semua produk bersih dari kulit dan pasti masih merasa oily dan ini bukan berarti kulit lembap yah. Malah produk-produk yang ingin kita gunakan lainnya tidak akan menyerap.

Produk cleansing milk biasanya tidak terlalu baik dalam mengangkat makeup waterproof, jadi saya rasa ini cocok bagi mereka yang memakai makeup ringan.

Produk ini lebih cocok digunakan untuk kulit yang kering, karena biasanya yang memiliki kulit berminyak merasa cleansing milk kurang bersih. Tapi bisa digunakan juga sebagai alternatif morning cleanser untuk semua jenis kulit.

5. Cleansing cream

Screen Shot 2016-06-07 at 12.04.06 AM

Bentuknya mungkin agak mirip dengan cleansing milk tapi lebih pekat. Dan begitu diratakan produk ini menjadi seperti minyak teksturnya. Cara menggunakannya adalah ratakan kira-kira satu ruas jari produk ke seluruh wajah yang kering hingga makeup lumer. Jangan terlalu ditekan karena biasanya kalau terlalu menekannya krim tidak akan berubah menjadi minyak dengan mudah. Setelah semua makeup lumer basuh hingga wajah bersih.

Bisa digunakan untuk semua jenis kulit dan sebagai first atau second cleanser. Tapi karena cleansing cream lebih susah dan lama dibasuhnya ketimbang cleansing milk, lebih enak digunakan sebagai first cleanser.

IMG_4111

Ada juga cleansing cream yang bentuknya tidak berubah menjadi minyak, nah yang teksturnya seperti ini baiknya digunakan sebagai second cleanser karena tidak bisa digunakan untuk membersihkan makeup.

6. Foam cleanser

Seperti namanya, berarti yah sabun cuci muka.

Belajar dari pengalaman saya “berguru” dengan Menard, saya akan menyarankan dalam menggunakan sabun cuci muka untuk membuat busa terlebih dahulu di tangan baru kemudian kita meratakan busa tersebut ke wajah. Dengan demikian kita akan membersihkan kulit dengan lebih efektif. Selain itu busa yang bouncy dan lebih banyak busanya akan lebih efektif membersihkan kulit ketimbang ketika kita memijatkan sabun ke wajah yang basah.

Selain itu, ratakan busa ke kulit yang kering, karena pada saat kita meratakan busa atau sabun ke kulit yang basah yang terjadi adalah busa atau sabun tersebut malah turun dan meluncur jatuh dari kulit jadi tidak terjadi pembersihan yang efektif.

Biasanya digunakan sebagai second cleanser karena jarang sekali foam cleanser bisa membersihkan makeup.

Kalau menyangkut sabun cuci muka saya agak rewel. Saya biasanya menghindari sabun yang mengandung SLS dan juga memilih sabun yang memiliki pH 4-5.5. Selengkapnya bisa dibaca di artikel ini. Mengenai pemilihan sabun dengan low ph bisa dibaca di sini.

Sebenarnya produk ini cocok untuk semua orang. Apabila memiliki kulit kering dan sensitif coba hindari produk yang menggunakan SLS ataupun memiliki pH terlalu tinggi. Akan tetapi jika kulit memang ekstra sensitif baiknya menghindari pembersih tipe ini.

7. Enzyme powder wash

Screen Shot 2016-06-07 at 12.07.38 AM

Pernah menemui produk yang bentuknya seperti bubuk? Nah, ini sebenarnya juga foaming cleanser tapi dalam bentuk bubuk dan biasanya terdapat enzim untuk membantu peremajaan sel-sel kulit.

Cara pemakaiannya adalah dengan mengambil kira-kira setengah sendok teh produk dan campurkan dengan sedikit air untuk membuat busa yang kental dan banyak baru kita ratakan ke wajah yang kering ya. Karena produk tersebut biasanya ada enzimnya, saya akan mendiamkannya di wajah kira-kira semenit agar enzim paling tidak bisa bekerja terlebih dahulu baru membasuhnya.

Karena bentuknya foam maka produk ini cocoknya digunakan sebagai second cleanser. Nah, walaupun kebanyak powder wash memiliki low pH tapi masih harus waspada ya dengan yang memiliki pH tinggi karena bisa membuat kulit kering.

Sama seperti foaming wash, produk ini cocok untuk semua jenis kulit tapi baiknya dihindari kalau memiliki tipe kulit sensitif atau ekstra kering.

Sedikit tips penggunaan saja nih, produk ini bisa dicampurkan dengan cleansing oil dan dipakaikan di kulit yang bersih untuk eksfoliasi dan menggunakan scrub. Rasanya juga lebih mild dan enak di kulit loh!

7. Cleansing water

Bentuknya air dan biasanya digunakan untuk mengankat makeup. Tapi saya tidak menyarankan hanya menggunakan ini untuk mengangkat makeup. Cara menggunakannya adalah dengan kapas dan pastikan kapas benar-benar basah dan perkiraan saya untuk membersihkan makeup ringan membutuhkan dua sampai tiga kapas untuk seluruh wajah.

Kalau memang ingin menggunakan ini untuk first cleanser pastikan menggunakan second cleanser yang juga bisa membersihkan kotoran seperti oil, balm atau gel. Bisa digunakan juga untuk membersihkan makeup terlebih dahulu jika merasa memakai makeup sangat tebal sebelum menggunakan pembersih makeup yang benar.

Biasanya saya juga senang menggunakan ini untuk mmebersihkan makeup mata atau bibir terlebih dahulu.

Lastly, saya tidak membahas cleansing wipes sama sekali karena menurut saya haram hukumnya membersihkan wajah dengan cleansing wipes! Mungkin memang bagus kalau dalam keadaan kepepet saja. Tapi kalau tidak, don’t get lazy there!

Oia, untuk produk-produk dengan low pH bisa cek ulasan-ulasan produk dari saya dengan tag low pH cleanser.

Semua yang perlu diketahui tentang cleanser

2 thoughts on “Semua yang perlu diketahui tentang cleanser

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s