4 Hal yang Perlu Kalian Tahu Dalam Memilih Skincare Untuk Ibu Hamil (dan Menyusui)

Salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima dan terkadang membuat saya naik pitam adalah: skincare yang tepat untuk ibu hamil. Please bear with me, after my rant I will surely explain what kind of skincare is best suited for pregnant women out there. But please, do allow me to rant for a bit.

Pada dasarnya, sebenarnya informasi ini memang mudah dicari di luaran sana. Kalau secara general, saya akan bilang bahwa lebih baik kalau memang bingung tanyakan hal penting ini kepada Dokter Kandungan kalian. Kenapa? Karena yang paling tahu yang terbaik untuk kehamilan kalian ya kalian sendiri yang sedang mengandung dan Dokter Kandungan. I don’t have the capacity to answer that question.

But with that said, I do have several tips. But let me share couple of pointers first.

No 1: Over the counter skincare are usually safe for pregnant women.

Produk yang dijual dengan bebas sudah melalui beberapa macam tes dan juga sudah dipastikan aman untuk digunakan untuk khalayak umum, oleh karena itu bisa dijual dengan bebas tanpa harus ada pengawasan dari ahli (Dokter Kulit). Nah, jadi pada prinsipnya produk yang dijual bebas, seharusnya aman untuk wanita hamil.

No 2: But, a lot of people are avoiding Retinol and Salicylic Acid.

Kebanyakan wanita hamil menghindari Retinoid (retinol, retinA, retinul palmitate, retinaldehyde) karena ada studi yang menyebutkan bahwa kandungan tretinon (yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter) menyebabkan cacat pada janin, selengkapnya bisa dibaca di sini (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3114665/). Tapi ingat, ya, sebenarnya yang dibas disini adalah turunan retinoid yang bernama tretinoin yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Pada dasarnya, hamil atau tidak, pemakaian tretinoin hanya bisa didapatkan dengan resep dokter dan penggunaannya harus dengan pengawasan dokter. Karena hanya bisa didapatkan dengan resep dokter, berarti tretinoin bukan produk yang dijual bebas.

Pertanyaannya, apakah retinoid yang dijual bebas aman untuk wanita hamil? Saya pernah bertanya ke beberapa dokter kulit dan kebanyakan bilang aman tapi menyarankan untuk dihindari. Karena retinoid termasuk kandungan aktif, dan tahu sendiri dong kalau sedang hamil kulit terkadang suka aneh. So keeping your active ingredients to minimal is the best way to go.

Saya sendiri selalu bilang: kebanyakan orang, sih, menghindari retinol walau banyak dokter kulit yang berpendapat produk yang dijual bebas aman tapi saya kembalikan ke masing-masing orang saja. Better be safe than sorry. 

How about salicylic acid? Yang saya baca dari beberapa jurnal medis, lagi-lagi kalau produk jual bebas aman-aman saja. Tapi kalau office treatment yang hanya bisa dilakukan profesional – mau itu Salicylic Acid, atau peeling treatment lainnya – tidak disarankan.

Pertanyaan lainnya ada Hydraquinone? Yang ini sudah jelas sekali hanya bisa dibeli dengan resep dokter dan dipakai dengan pengawasan dokter, jadi sudah pasti bukan dijual bebas. Baiknya dihindari.

No 3: Preservatives are not evil!

Banyak sekali yang saya dengar kalau sedang hamil maunya serba natural dan menghindari segala macam produk dengan pengawet! Bacteria growth in your products is way more harmful than preservatives could ever be. Bahkan, produk yang sudah terkontaminasi malah berbahaya baik untuk ibu yang sedang mengandung atau janinnya. Banyak permasalahan bisa timbul, loh!

Sebenarnya, tidak ada paraben dalam suatu produk bukan berarti produk tersebut bebas dari pengawet. Malah, kita harus lebih waspada! Kenapa? Karena kandungan seperti ‘fragrance’ bisa saja sebenarnya itu juga pengawet. And it’s legit! If you have water content in your products it’s impossible to keep it “safe” from bacteria and mould if you don’t have preservatives! Jadi kalau produk yang kalian beli ada kandungan yang mengandung air (water, aqua, glycerin, hydrosol, etc) dan tidak menggunakan pengawet? Chuck it to the bin!

Some of the most commonly used preservatives are: propylene, butylene glycols, Disodium and tetrasodium EDTA, Diazolidinyl and imidazolydyl urea, Parabens (Methylparaben, polyparaben, butylparaben, etc.), Phenoxyethanol, Methylisothiazolinone, Ascorbyl palmitate (a derivative of vitamin C), Benzoic acid, Benzyl alcohol, Salicylic Acid, Preservatives Eco, Sorbic Acid, Dehydroacetic acid. 

Untuk perdebatan paraben itu sendiri aman atau tidak, I leave it all to you. Tapi artikel di Female Daily yang dituliskan oleh Dara mengenai Paraben ini wajib kalian bacaTapi artikel di Female Daily yang dituliskan oleh Dara mengenai Paraben ini wajib kalian baca. It’s an eye opener! Sebenarnya kandungan paraben adalah kandungan yang bisa kalian temui di buah-buahan. Jadi, kalau memang ditemukan dalam janin atau dalam organ tubuh kita kandungan tersebut, kemungkinan besar adalah dari sesuatu yang dimakan. Apakah produk yang kita pakai secara topikal sendiri bisa masuk ke dalam aliran darah kita (apalagi sampai ke janin) itu saja masih banyak perdebatannya. If you’re avoiding parabens, start from what you eat! Karena pengawet paraben bisa juga ditemui di household items lainnya dan juga makanan loh!

Kalau saya sih prinsipnya: kalau memang ada pengawet lain, atau produk lain yang tidak menggunakan paraben, why not? Tapi ada tidaknya paraben tidak pernah jadi penentu buat pengambilan keputusan untuk membeli suatu produk.

No 4: When you’re pregnant choosing the natural skincare aren’t always the best solution!

Yang paling sering sekali saya dengar dari kebanyakan orang yang hamil/menyusui adalah mereka langsung banting setir ke skincare natural. Saya sangat tidak setuju dengan hal ini. Kenapa? Ini bukan berarti saya bilang skincare natural itu tidak cocok buat ibu hamil, loh! Not at all! Tapi disaat hormon sedang gila (yup being pregnant or breastfeeding does that to your hormone) bukanlah saat yang tepat untuk coba-coba hal baru apalagi skincare natural yang kalian belum pernah coba sebelumnya.

Kalau dengan skincare dengan kandungan sintetis (kimiawi) biasanya efek yang didapatkan dari satu kandungan sudah jelas dan terukur. Karena biasanya sudah ada studi dan uji coba yang dilakukan dalam pembuatan kandungan tersebut, selain itu juga dalam pembuatan produknya sendiri.

Nah, kebanyakan produk natural pastinya menggunakan kandungan botanikal yang asalnya dari alam. Kandungan botanikal ini sendiri malah banyak menjadi pemicu alergi, setiap orang memiliki alergen berbeda-beda. Sama saja seperti makanan. Nah, biasanya di produk konvensional yang menggunakan kandungan sintetis memang mencampurkannya dengan kandungan botanikal tapi persentasenya lebih sedikit. So it’s not as potent as those in natural skincare. Kalau kalian tidak tahu pasti kandungan botanikal apa yang kalian cocok atau tidak cocok, menurut saya pada saat hamil malah bukan waktu yang tepat untuk mencoba produk baru.

Selain itu, kandungan natural tidak bisa standar. Artinya, karena mereka berasal dari sesuatu yang sangat bergantung pada keadaan lingkungan dan hasil panen (apabila kandungan tersebut berasal dari botanikal) makan bisa saja misalnya Argan oil yang dihasilkan di negara A berbeda senyawanya dengan yang dihasilkan di negara B. Oleh karena itu efeknya tidak bisa dipukul rata. Berbeda dengan kandungan sintetis yang bisa diproduksi identikal senyawanya terus menerus.

 

Nah, karena tulisannya sudah kepanjangan. Sepertinya tulisan kali ini akan saya bagi jadi dua bagian. In the next post, I’ll share with you what you need to consider when choosing a skincare routine when you’re pregnant/breastfeeding.

 

Advertisements
4 Hal yang Perlu Kalian Tahu Dalam Memilih Skincare Untuk Ibu Hamil (dan Menyusui)

One thought on “4 Hal yang Perlu Kalian Tahu Dalam Memilih Skincare Untuk Ibu Hamil (dan Menyusui)

  1. Thanks karena udah nulis soal ini! Dulu pas hamil kayaknya selalu ketakutan pakai skincare, tapi setelah dipikir2, ga usah terlalu paranoid kali ya.. 😄 dan memang benar, pilihan mau produk apa harus balik ke diri masing2 dan yang paling aman tanya lgs ke dokter. Dokter kandungan saya juga dulu pernah bilang, jangan mudah percaya apa yang ada di internet, kalau ga yakin mending tanya langsung tanya ke dokter atau sumber terpercaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s