Move on dari shoes and skincare

Kelemahan terbesar saya adalah shoes and skincare. Kayaknya gatel banget kalau lihat kedua benda itu kalau ada yang bagus atau good deal banget harganya. Padahal, sih, di rumah baik sepatu dan skincare sudah menumpuk banget. Tapi tetap saja saya sering tidak tahan godaan.

screen-shot-2016-10-16-at-1-02-50-pm

Saking menumpuknya barang-barang saya tahun lalu saya sempat coba-coba menjual barang-barang yang tidak terpakai di akun Instagram. Tapi pada saat memilah-milah barang ternyata tidak banyak yang saya rela lepaskan. Tapi setelah setahun berlalu, ternyata usaha saya untuk merelakan barang-barang yang sudah tidak terpakai ini tidak maju-maju juga. Rata-rata karena setiap saya sedang memilah-milah barang ada saja alasan yang terlintas. “Sayang banget ini dijual, soalnya waktu itu belinya pas lagi jalan-jalan di Negara A.” atau “Sepatu ini belinya kan dalam rangka hadiah ulang tahun untuk sendiri.” Yang sebenarnya menurut saya ini hanya alasan saja. Padahal kalau ditengok lagi, barang-barang yang tahun lalu tidak lulus sensor itu masih saja tidak saya pakai sampai sekarang.

Continue reading “Move on dari shoes and skincare”

Move on dari shoes and skincare